Quotation Letter Adalah: Komponen dan Cara Membuatnya

quotation letter adalah

Quotation letter adalah dokumen penawaran harga resmi yang dikirimkan penjual kepada calon pembeli, berisi rincian produk atau jasa yang ditawarkan, harga per unit, syarat pembayaran, dan batas waktu berlakunya penawaran. Dokumen ini menjadi landasan negosiasi sebelum kesepakatan jual beli resmi terbentuk.

Dalam siklus transaksi bisnis antara perusahaan, quotation letter menempati posisi paling awal. Setelah pembeli menyetujui isinya, barulah ia menerbitkan purchase order sebagai konfirmasi pemesanan. Kemudian, setelah barang atau jasa dikirimkan, penjual mengeluarkan invoice sebagai tagihan. Ketiga dokumen ini membentuk rantai yang berurutan dan tidak bisa dibalik.

Banyak pelaku usaha, terutama yang baru merambah ke transaksi B2B (business-to-business), menggunakan quotation letter dan invoice secara bergantian. Padahal keduanya memiliki fungsi yang sangat berbeda dan penggunaannya tidak bisa dipertukarkan.

Baca juga: Apa Manfaat Sumber Daya Manusia Bagi Perusahaan

Apa Itu Quotation Letter dalam Bisnis?

Quotation letter atau surat penawaran harga adalah dokumen resmi yang diterbitkan penjual untuk menjawab permintaan harga dari calon pembeli. Dokumen ini bukan sekadar daftar harga, melainkan penawaran formal yang sudah mencantumkan semua persyaratan transaksi.

Analoginya seperti menu restoran yang sudah menampilkan harga: pelanggan bisa mempertimbangkan pilihan, bertanya lebih lanjut, atau memutuskan untuk memesan. Bedanya, dalam konteks bisnis B2B, “menu” ini bersifat spesifik untuk setiap pembeli, disesuaikan dengan kebutuhan, volume, dan kondisi pengiriman yang diminta.

Quotation letter memiliki masa berlaku terbatas. Umumnya antara 14 hingga 30 hari sejak tanggal diterbitkan, dengan 30 hari sebagai periode paling umum. Setelah masa berlaku habis, harga dan syarat yang tercantum di dalamnya tidak lagi mengikat penjual, dan pembeli perlu meminta quotation baru jika masih berminat.

Fungsi Quotation Letter dalam Transaksi Bisnis

Lebih dari sekadar dokumen harga, quotation letter menjalankan beberapa fungsi penting dalam ekosistem bisnis.

Sebagai dasar negosiasi. Pembeli bisa menggunakan quotation letter yang diterima dari beberapa vendor untuk membandingkan harga, kualitas, dan syarat pembayaran. Ini adalah dasar negosiasi yang transparan dan dapat didokumentasikan.

Sebagai pelindung harga. Bagi penjual, quotation letter dengan masa berlaku yang jelas melindungi mereka dari permintaan pembeli yang mengklaim harga lama berlaku meski kondisi pasar sudah berubah. Sekali masa berlakunya habis, harga tidak lagi mengikat.

Sebagai dasar pembuatan kontrak. Jika calon pembeli menerima penawaran, isi quotation letter sering menjadi referensi utama dalam penyusunan kontrak resmi. Karena itu, setiap detail dalam quotation harus akurat dan tidak ambigu.

Sebagai dokumen internal untuk reimburse. Bagi tim pengadaan perusahaan, quotation letter sering digunakan sebagai pendukung pengajuan anggaran atau proses reimburse. Tanpa dokumen ini, persetujuan pengadaan dari manajemen menjadi lebih sulit.

Komponen Wajib dalam Quotation Letter

Sebuah quotation letter yang profesional dan lengkap harus memuat komponen-komponen berikut:

  • Kop surat dan identitas perusahaan: Nama perusahaan penjual, logo, alamat lengkap, nomor telepon, dan alamat email. Kop surat yang rapi memberikan kesan profesional dan memudahkan pembeli menghubungi kembali jika ada pertanyaan.
  • Nomor quotation: Setiap quotation harus memiliki nomor unik untuk memudahkan pelacakan dan referensi. Format umum menggunakan kombinasi alfanumerik 3-5 digit, misalnya QT/2025/0042.
  • Tanggal penerbitan dan masa berlaku: Cantumkan tanggal quotation dibuat dan tanggal kedaluarsanya. Contoh: “Berlaku hingga 30 April 2025.” Ini menghindari potensi sengketa harga di kemudian hari.
  • Identitas penerima: Nama, jabatan, dan nama perusahaan pembeli. Semakin spesifik, semakin profesional kesan yang ditampilkan.
  • Deskripsi produk atau jasa: Cantumkan secara rinci setiap item yang ditawarkan, termasuk spesifikasi teknis, satuan, dan jumlah. Deskripsi yang tidak jelas bisa menyebabkan kesalahpahaman saat barang dikirim.
  • Rincian harga: Harga per unit dan total harga untuk masing-masing item. Pisahkan komponen biaya seperti PPN, biaya pengiriman, atau biaya instalasi jika ada.
  • Syarat pembayaran: Apakah pembayaran dilakukan di muka (down payment), cicilan, atau lunas setelah barang diterima? Cantumkan dengan jelas untuk menghindari potensi konflik.
  • Syarat pengiriman: Estimasi waktu pengiriman, kondisi pengiriman (FOB, CIF, atau lainnya), dan siapa yang menanggung biaya pengiriman.

Komponen yang sering dilewatkan adalah klausul untuk perubahan kondisi. Tambahkan kalimat seperti “Harga dapat berubah jika terjadi perubahan kurs atau kebijakan pemerintah” jika bisnis Anda rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku atau nilai tukar.

Perbedaan Quotation Letter, Purchase Order, dan Invoice

Ketiga dokumen ini sering membingungkan pelaku usaha yang baru memulai transaksi antar perusahaan. Perbedaannya terletak pada siapa yang menerbitkan, kapan diterbitkan, dan apa fungsinya.

Quotation letter diterbitkan oleh penjual kepada calon pembeli, sebelum ada kesepakatan. Isinya adalah penawaran, bukan kewajiban. Pembeli bebas menerima atau menolaknya.

Purchase order (PO) diterbitkan oleh pembeli kepada penjual sebagai konfirmasi pemesanan. PO biasanya merujuk pada quotation yang sudah diterima sebelumnya. Setelah PO diterbitkan, ini sudah menjadi komitmen hukum dari sisi pembeli untuk membayar sesuai syarat yang disepakati.

Invoice diterbitkan oleh penjual kepada pembeli setelah barang atau jasa dikirimkan. Invoice adalah tagihan resmi, dan berbeda dengan quotation, tidak memiliki batas waktu berlaku. Invoice bersifat permanen sebagai catatan transaksi.

Urutannya selalu sama: quotation terlebih dahulu, lalu PO dari pembeli, lalu pengiriman barang/jasa, lalu invoice. Ibarat babak dalam pertandingan olahraga — tidak ada tim yang langsung melompat ke pengumuman juara tanpa melewati pertandingan terlebih dahulu. Menukar urutan ini atau mencampurkan dokumen yang berbeda akan menimbulkan kebingungan dan potensi sengketa. Panduan lebih lengkap tentang alur ketiga dokumen ini tersedia di Ukirama: Perbedaan Quotation, Invoice, dan Purchase Order.

Jenis-Jenis Quotation Letter

Tidak semua quotation letter dibuat dalam format yang sama. Jenisnya bervariasi tergantung pada konteks transaksi.

Business quotation adalah jenis yang paling umum, digunakan untuk transaksi rutin antara perusahaan. Formatnya biasanya sudah baku dan mengikuti template standar perusahaan.

Formal quotation digunakan untuk klien korporat besar atau proyek dengan nilai signifikan. Biasanya lebih panjang, lebih detail, dan sering disertai dengan profil perusahaan serta portofolio proyek sebelumnya.

Quotation inquiry letter adalah kebalikan dari quotation letter biasa: dokumen ini dikirimkan oleh pembeli kepada penjual untuk meminta penawaran harga. Pembeli mendeskripsikan kebutuhannya, dan penjual merespons dengan quotation letter yang sesuai.

Di beberapa industri seperti konstruksi, percetakan, atau jasa teknologi informasi, quotation bisa jauh lebih kompleks dan bisa disebut juga sebagai Surat Penawaran Harga (SPH) atau Bill of Quantities (BoQ) tergantung konteksnya.

Cara Membuat Quotation Letter yang Profesional

Membuat quotation letter yang baik tidak sekadar mengisi template. Ada beberapa hal yang membedakan quotation yang langsung dipercaya dari yang membuat calon pembeli ragu.

Langkah pertama adalah memahami kebutuhan calon pembeli secara spesifik sebelum menyusun penawaran. Quotation yang terlalu generik atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang diminta akan langsung mengesankan bahwa penjual tidak membaca inquiry dengan seksama.

Langkah kedua, gunakan bahasa yang jelas dan hindari istilah ambigu dalam deskripsi produk. “Garansi 1 tahun” perlu dispesifikasikan: garansi atas apa, dengan kondisi apa, dan siapa yang menanggung biaya perbaikan atau penggantian.

Langkah ketiga, respons cepat sangat berpengaruh. Calon pembeli yang mengirimkan permintaan penawaran biasanya sedang membandingkan beberapa vendor secara bersamaan. Merespons dalam 24 jam menunjukkan profesionalisme dan meningkatkan peluang dipilih, bahkan jika harga Anda bukan yang terendah.

Langkah keempat, selalu cantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi untuk pertanyaan lebih lanjut, lengkap dengan nama kontak person yang spesifik. “Hubungi kami di 021-xxxxxxx” lebih lemah dibanding “Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan menghubungi Budi Santoso di 0812-xxxx-xxxx.”

Langkah kelima, kirimkan follow-up jika dalam tiga hari kerja tidak ada respons. Satu follow-up yang sopan menunjukkan bahwa Anda serius dan proaktif, bukan mengganggu. Dua follow-up atau lebih dalam jarak berdekatan justru bisa kontraproduktif.

Kesalahan Umum dalam Membuat Quotation Letter

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dan berdampak pada kegagalan mendapatkan order:

Tidak mencantumkan masa berlaku adalah kesalahan yang paling umum. Tanpa batas waktu, calon pembeli bisa kembali sebulan kemudian dan menuntut harga yang sama meski biaya produksi sudah naik.

Deskripsi produk yang terlalu singkat atau terlalu teknis juga sering menjadi masalah. Terlalu singkat membuat pembeli tidak yakin dengan spesifikasi yang akan diterima. Terlalu teknis membuat pengambil keputusan di sisi pembeli (yang seringkali bukan teknisi) tidak memahami apa yang ditawarkan.

Tidak memisahkan komponen biaya adalah jebakan lain. Menyebut “harga total Rp50 juta sudah termasuk segalanya” tanpa merinci apa saja yang termasuk akan menjadi sumber konflik saat pengiriman tidak sesuai ekspektasi pembeli.

Untuk referensi mengenai perbedaan antara quotation dan invoice serta kapan masing-masing digunakan dalam siklus pembayaran, Anda bisa mengacu pada panduan dari Paper.id tentang perbedaan quotation dan invoice.

Format Quotation Letter: Bahasa Indonesia atau Inggris?

Pilihan bahasa tergantung pada mitra bisnis yang dituju.

Untuk transaksi domestik dengan perusahaan Indonesia, quotation letter dalam Bahasa Indonesia lebih disarankan karena lebih mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam proses persetujuan, termasuk tim keuangan dan manajemen yang mungkin tidak fasih dalam Bahasa Inggris.

Untuk transaksi dengan mitra asing atau perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia, quotation letter dalam Bahasa Inggris adalah standar. Beberapa perusahaan multinasional bahkan mensyaratkan semua dokumen pengadaan dalam Bahasa Inggris.

Jika tidak yakin, kirimkan dalam dua bahasa atau tanyakan terlebih dahulu preferensi calon pembeli. Dokumen bilingual memang lebih panjang, tapi menunjukkan bahwa Anda mempertimbangkan kebutuhan spesifik klien.

Tips Menulis Quotation Letter yang Meningkatkan Peluang Deal

Ada perbedaan mendasar antara quotation letter yang sekadar memenuhi kewajiban administratif dan yang benar-benar membantu menutup penjualan. Berikut beberapa pendekatan yang membuat dokumen penawaran Anda lebih persuasif tanpa kehilangan profesionalisme.

Mulai dengan ringkasan kebutuhan pembeli. Sebelum masuk ke daftar harga, buka dengan satu paragraf yang merangkum apa yang pembeli butuhkan. Ini menunjukkan bahwa Anda sudah memahami kebutuhannya, bukan hanya mengirim template standar. Misalnya: “Mengacu pada permintaan Bapak/Ibu tertanggal 10 April 2025 terkait pengadaan 50 unit komputer untuk kebutuhan kantor cabang baru…”

Bedakan antara harga dasar dan biaya opsional. Jika ada komponen yang bersifat opsional, tampilkan terpisah di bawah total harga utama. Ini memberi pembeli kendali untuk memilih mana yang sesuai anggarannya, sekaligus membuka ruang negosiasi yang lebih natural.

Cantumkan keunggulan kompetitif di luar harga. Garansi purna jual, waktu respons layanan, atau pengalaman di industri tertentu bisa menjadi alasan pembeli memilih Anda meski bukan penawaran termurah. Satu atau dua kalimat tentang hal ini di bagian penutup quotation tidak terasa memaksa tapi bisa sangat efektif.

Gunakan format yang mudah dibandingkan. Jika pembeli sedang meminta penawaran dari beberapa vendor, ia akan meletakkan dokumen-dokumen tersebut berdampingan. Quotation yang menggunakan tabel rincian harga yang bersih dan terstruktur jauh lebih mudah dibandingkan dibanding dokumen berbentuk paragraf panjang.

Quotation Letter dan Penggunaan Software Akuntansi

Bagi bisnis yang menangani puluhan atau ratusan permintaan penawaran per bulan, membuat quotation secara manual satu per satu adalah pemborosan waktu yang besar.

Banyak software akuntansi modern sudah menyertakan modul pembuatan quotation yang terintegrasi langsung dengan data produk, harga, dan stok. Ketika pembeli menerima penawaran dan menerbitkan PO, sistem bisa langsung mengonversi quotation menjadi sales order dan kemudian invoice tanpa harus memasukkan ulang data yang sama.

Integrasi ini juga mengurangi risiko kesalahan input yang bisa menjadi masalah saat harga di quotation berbeda dengan yang tercantum di invoice. Perbedaan kecil seperti ini, meski tidak disengaja, bisa merusak kepercayaan klien yang sudah dibangun.

Fitur nomor otomatis pada software akuntansi juga menyelesaikan masalah penomoran dokumen yang konsisten. Tanpa sistem, tim yang berbeda sering menggunakan format penomoran yang tidak seragam, yang mempersulit pelacakan ketika ada pertanyaan tentang quotation yang dikirim beberapa bulan sebelumnya.

Quotation Letter yang Efektif Menutup Lebih Banyak Deal

Quotation letter yang dibuat dengan serius adalah alat penjualan yang efektif. Pembeli tidak hanya menilai harga, tapi juga kejelasan, kelengkapan, dan profesionalisme dokumen yang mereka terima. Quotation yang rapi, spesifik, dan merespons kebutuhan klien secara personal bisa menjadi pembeda antara mendapatkan kontrak dan kehilangannya kepada kompetitor yang menawarkan harga serupa.

Scroll to Top